Rabu, 21 Oktober 2009
Rabu, 20 Mei 2009
Bersyukurlah Kepada Allah Selagi Masih Bisa - Ardiz Tarakan Borneo
Bersyukurlah Kepada Allah Selagi Masih Bisa - Ardiz Tarakan Borneo
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Alnahl [16]: 18).
Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.
Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.
Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.
Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Alnahl [16]: 18).
Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.
Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.
Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.
Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).
Sabtu, 02 Mei 2009
Hakikat Cintaku
Bagaimana harus kumaknai cinta
Bagaimana harus kupenuhi kebenaran cinta
Ada kedudukan cinta tertinggi yang penuh berkah
Yang mengembalikanku pada cinta yang fitrah
Ya Allah...
Ampuni aku ketika hati ini terselimuti dosa
Lindungi aku ketika hati ini dipenuhi dusta
Tuntunlah aku agar setiap langkah ini menjadi ibadah
Karena ada warna dalam fana
Ada sujud dalam cinta
Atas segala perkara yang menjadikanku berduka
Aku ingin kembali pada cinta yang nyata
Sebelum aku mencintai insan
Aku ingin lebih dulu mencintai-Mu
Sebelum aku dicintai insan
Aku ingin lebih dulu dicintai oleh-Mu
Karena kehidupanku fana
Hanya Engkau bagiku tempat mengadu
Karena kehidupanku sementara
Hanya sekali roh dan tubuhku berpadu
Dan sungguh hari kehancuran hanya satu teriakan saja
Tersingkap segala wajah cintaku hanya pada-Mu
Menjaga cinta-Mu yang kutaruhkan dengan ketulusan jiwa
Memuji dan memuja dalam kemegahan kuasa asma-Mu
Sungguh hanya karena dan untuk-Mu ya Allah
Al-hubbu fillah
Al-bughdhu fillah
Inilah hakikat cintaku yang indah
Bagaimana harus kupenuhi kebenaran cinta
Ada kedudukan cinta tertinggi yang penuh berkah
Yang mengembalikanku pada cinta yang fitrah
Ya Allah...
Ampuni aku ketika hati ini terselimuti dosa
Lindungi aku ketika hati ini dipenuhi dusta
Tuntunlah aku agar setiap langkah ini menjadi ibadah
Karena ada warna dalam fana
Ada sujud dalam cinta
Atas segala perkara yang menjadikanku berduka
Aku ingin kembali pada cinta yang nyata
Sebelum aku mencintai insan
Aku ingin lebih dulu mencintai-Mu
Sebelum aku dicintai insan
Aku ingin lebih dulu dicintai oleh-Mu
Karena kehidupanku fana
Hanya Engkau bagiku tempat mengadu
Karena kehidupanku sementara
Hanya sekali roh dan tubuhku berpadu
Dan sungguh hari kehancuran hanya satu teriakan saja
Tersingkap segala wajah cintaku hanya pada-Mu
Menjaga cinta-Mu yang kutaruhkan dengan ketulusan jiwa
Memuji dan memuja dalam kemegahan kuasa asma-Mu
Sungguh hanya karena dan untuk-Mu ya Allah
Al-hubbu fillah
Al-bughdhu fillah
Inilah hakikat cintaku yang indah
Apakah Hatiku Berduka ?
Terkadang aku tiada memahami hatiku
Mencintaimu tanpa batasan waktu
Detik waktu seakan membuatku sanggup menunggumu
Seumur hidupku
Ada asa dalam penantianku
Ada masa dalam waktuku
Namun tiada sedikitpun hela lelah memenangkan tahtanya
Tiada pula menjadi raja melengkapi hati yang fana
Berpijak ku lihat air dari kejauhan terlihat seperti air
Tapi begitu terasa asin
Ku melihat bayanganmu dalam cermin
Tapi tiada hatimu beserta hadir
Ada paruhan hatiku yang harus kulepaskan
Cinta ini tiada lagi miliki kuasa menggenggam cintamu
Dia sang bidadari telah kau temukan
Serta merta menambah rona warna dan suara dalam kebisuanmu
Ku kira ketika cintaku meredup
Maka nafas pun tak bermakna ku hidup
Ku kira ketika matahari melebur warnanya untuk terbenam
Maka terbit tiada lagi bermakna cahaya seusai kelam
Namun cintaku tersingkap dalam segala hidayah-Nya
Allah Al-Fattah membuka kunci kelapangan hati dengan ma'rifah-Nya
Kau sorang insan... sungguh ku mencintaimu karena Allah
Kini ku hanya ingin mencapai kesempurnaan syakhsiyyah islamiah
Mencintaimu tanpa batasan waktu
Detik waktu seakan membuatku sanggup menunggumu
Seumur hidupku
Ada asa dalam penantianku
Ada masa dalam waktuku
Namun tiada sedikitpun hela lelah memenangkan tahtanya
Tiada pula menjadi raja melengkapi hati yang fana
Berpijak ku lihat air dari kejauhan terlihat seperti air
Tapi begitu terasa asin
Ku melihat bayanganmu dalam cermin
Tapi tiada hatimu beserta hadir
Ada paruhan hatiku yang harus kulepaskan
Cinta ini tiada lagi miliki kuasa menggenggam cintamu
Dia sang bidadari telah kau temukan
Serta merta menambah rona warna dan suara dalam kebisuanmu
Ku kira ketika cintaku meredup
Maka nafas pun tak bermakna ku hidup
Ku kira ketika matahari melebur warnanya untuk terbenam
Maka terbit tiada lagi bermakna cahaya seusai kelam
Namun cintaku tersingkap dalam segala hidayah-Nya
Allah Al-Fattah membuka kunci kelapangan hati dengan ma'rifah-Nya
Kau sorang insan... sungguh ku mencintaimu karena Allah
Kini ku hanya ingin mencapai kesempurnaan syakhsiyyah islamiah
Ampuni Hamba
Ijinkan air mata ini mengalir
Hingga hati merasa tenang dalam dekapan
Sebelum sang waktu enggan lagi bergulir
Hamba mohon bukakan bagiku gerbang ampunan
Nafasku tiada sempurna
Detak jantungku pun tiada sempurna
Diri ini pun sungguh tiada sempurna
Tapi asma-Mu begitu sempurna
Diri ini pun kembali merasa utuh
Seakan menemukan keteduhan dalam jiwa
Mengalahkan segala persinggahan jiwa penuh angkuh
Menjadikan jiwa selalu merindu setiap sujud indahnya surga
Ya Allah...
Terangi hatiku dalam doa
Hingga pupuslah segala gundah
Dan menuntunku pada tanjakan tangga surga
Jadikan asma-Mu sebagai penenang hati
Bersihkan hati yang kelam tanpa cahaya-Mu
Terangi syubhat ku akan dunia ini
Ampuni hamba yang pernah lupa akan nikmat-Mu
Karena kini sesungguhnya...
Hati ini mendamba-Mu
Hati ini merindu-Mu
Hati ini mencintai-Mu
Hingga hati merasa tenang dalam dekapan
Sebelum sang waktu enggan lagi bergulir
Hamba mohon bukakan bagiku gerbang ampunan
Nafasku tiada sempurna
Detak jantungku pun tiada sempurna
Diri ini pun sungguh tiada sempurna
Tapi asma-Mu begitu sempurna
Diri ini pun kembali merasa utuh
Seakan menemukan keteduhan dalam jiwa
Mengalahkan segala persinggahan jiwa penuh angkuh
Menjadikan jiwa selalu merindu setiap sujud indahnya surga
Ya Allah...
Terangi hatiku dalam doa
Hingga pupuslah segala gundah
Dan menuntunku pada tanjakan tangga surga
Jadikan asma-Mu sebagai penenang hati
Bersihkan hati yang kelam tanpa cahaya-Mu
Terangi syubhat ku akan dunia ini
Ampuni hamba yang pernah lupa akan nikmat-Mu
Karena kini sesungguhnya...
Hati ini mendamba-Mu
Hati ini merindu-Mu
Hati ini mencintai-Mu
Selasa, 31 Maret 2009
Takjubku Atas Ciptaan-Mu
Ada mega laksana rupa sebuah gunung megah
Ada pijakan kokoh pada dataran rata
Ada kedalaman terjal bak lembah
Ada peraduan alam begitu mesra
Ada yang ringan lagi tipis
dan yang lainnya berat lagi tebal
Ada yang tetap tidak bergerak
dan yang lainnya bergerak cepat
Subhanallah...
Hanya Allah sang penentu iradah
Penuh kuasa dalam setiap tanqaniyyah
Yang menghujani kami dengan segala berkah
Dan aku...
Aku menyaksikan sendiri jalinan satu dengan lainnya
Aku tiada punya kuasa apapun selain mengagumi kekuasaan-Mu
Semoga selalu tergetar hati sebagai ashab ad-dunya
Ada pijakan kokoh pada dataran rata
Ada kedalaman terjal bak lembah
Ada peraduan alam begitu mesra
Ada yang ringan lagi tipis
dan yang lainnya berat lagi tebal
Ada yang tetap tidak bergerak
dan yang lainnya bergerak cepat
Subhanallah...
Hanya Allah sang penentu iradah
Penuh kuasa dalam setiap tanqaniyyah
Yang menghujani kami dengan segala berkah
Dan aku...
Aku menyaksikan sendiri jalinan satu dengan lainnya
Aku tiada punya kuasa apapun selain mengagumi kekuasaan-Mu
Semoga selalu tergetar hati sebagai ashab ad-dunya
Cintaku Di Dunia
Cinta adalah doa...
Ketulusan...
Kesetiaan...
Keikhlasan...
Kebahagiaan...
Cinta adalah keluarga...
Ketika sang ayah tulus mencari nafkah demi sejahtera keluarga
Ketika sang ibu penuh setia enggan terpejam demi meninabobokan anaknya
Ketika seorang anak selalu ikhlas menjadi pundak bagi lelah orang tua
Ketika doa selalu terpanjat setiap senyuman hati akan terjaganya bahagia
Cinta adalah romantika hati...
Ketika hati selalu tulus mencintai
Ketika sang kekasih setia menjaga satu hati
Ketika ikhlas menjadi obat luka benaman ribuan duri
Dan ketika orang-orang terkasih menjadi bahagia dalam sepi
Cinta berarti tak harus memiliki cinta
Cinta memiliki hati untuk berkorban
Merasa bahagia meski tak menggenggam kebahagiaan
Membalut luka ketika hati yang lain dalam duka
Mensyukuri segala nikmat yang selalu Allah berikan
Meski hidup selalu menampakkan wajah berbeda
Tetapi cinta selalu bersemi dalam setiap insani
Ada yang setia menanti ada yang harus pergi
Suka duka menjadi penuh arti
Dan mencari arti sejati dalam diri
Ketulusan...
Kesetiaan...
Keikhlasan...
Kebahagiaan...
Cinta adalah keluarga...
Ketika sang ayah tulus mencari nafkah demi sejahtera keluarga
Ketika sang ibu penuh setia enggan terpejam demi meninabobokan anaknya
Ketika seorang anak selalu ikhlas menjadi pundak bagi lelah orang tua
Ketika doa selalu terpanjat setiap senyuman hati akan terjaganya bahagia
Cinta adalah romantika hati...
Ketika hati selalu tulus mencintai
Ketika sang kekasih setia menjaga satu hati
Ketika ikhlas menjadi obat luka benaman ribuan duri
Dan ketika orang-orang terkasih menjadi bahagia dalam sepi
Cinta berarti tak harus memiliki cinta
Cinta memiliki hati untuk berkorban
Merasa bahagia meski tak menggenggam kebahagiaan
Membalut luka ketika hati yang lain dalam duka
Mensyukuri segala nikmat yang selalu Allah berikan
Meski hidup selalu menampakkan wajah berbeda
Tetapi cinta selalu bersemi dalam setiap insani
Ada yang setia menanti ada yang harus pergi
Suka duka menjadi penuh arti
Dan mencari arti sejati dalam diri
Langganan:
Postingan (Atom)
